Minggu, 17 Januari 2016

Percobaan air sebagai konduktor panas
Bahan dan alat :
1. Lilin
2. Balon
3. Air

Langkah-langkahnya:
1.siapkan 2 buah balon yang sudah ditiup lalu salah 1 balon tersebut diisi dengan air
2. Hidupkan lilin
3. Taruh ke dua balon tersebut di atas lilin yang sudah dinyalahkan.

Kalau mau lihat bagaimana hasilnya silahkan lihat vidio ini


Kamis, 14 Januari 2016

ROTASI GEOMETRI



A.    Pengertian Rotasi

Sebelum kita mendefinisikan rotasi maka kita harus mengetahui definisi mengenai transformasi terlebih dahulu. Transformasi adalah aturan secara geometris yang dapat menunjukkan bagaimana suatu bangun dapat berubah kedudukan dan ukurannya berdasarkan rumus tertentu. Rotasi atau perputaran suatu bangun geometri adalah proses memutar bangun geometri itu terhadap titik tertentu. Titik tertentu itu dinamakan sebagai titik pusat rotasi. Selain titik pusat, suatu rotasi juga ditentukan oleh arah rotasi dan jauh atau besar sudut rotasinya.
Titik pusat rotasi adalah titik tetap atau titik pusat yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan arah dan besar sudut rotasi. Titik pusat dapat berada berada di dalam, pada, atau diluar bangun geometri yang hendak dirotasikan

B.     Arah Rotasi

 Apabila arah rotasi berlawanan dengan arah putar jarum jam, arah putarannya dikatakan positif. Sebaliknya, jika arh rotasi searah dengan arah putar jarum jam, arah putarnya dikatakan negatif. Suatu rotasi dengan sudut putar 360° Disebut rotasi satu putaran penuh, dan rotasi dengan sudut putar 180° disebut rotasi setengah putaran, dan rotasi dengan sudut putar 90° disebut rotasi seperempat putaran. Rotasi dengan pusat titik A (a,b) dan sudut putar θ Dapat ditulis dengan notasi R (a,θ).

C.    Rotasi dengan pusat titik O (0,0)

Dengan menggunakan jangka, Anakota membuat sebuah busur lingkaran. Ia memasukkan jarum jangkar pada titik 0, kemudian memutar jangka dengan sudut putar α Berlawanan dengan arah jarum jam. Melalui peragan ini, Anakota telah melakukan rotasi sebesar a dengan pusat titik 0.
Rotasi (perputaran) merupakan transformasi yang memutar suatu bidang. Jika       titik A (a,b) dirotasikan sebesar α dengan titik pusat O, maka akan diperoleh
R (0,0) = P (x,y) → P' (x'-y'), P' (x cos θ - y sin θ,x sin θ + y cos θ)
Misalkan posisi awal pensil jangka pada titik A(a,b). Setelah dirotasi sebesar α dengan pusat titik 0, posisi pensil jangka ini berada pada titik A(a',b') seperti pada berikut 

Pada gambar diatas titik A (a,b) diputar dengan pusat titik 0 (0,0) dan arahnya berlawanan dengan arah putar jarum jam sejauh radius sehingga bayangan titik A adalah A'(a',b'). Untuk menentukan titik A'(a',b') dan perhatikan titik A (a,b). Perhatikan segitiga OBA.
Segitiga OBA pada gambar siku-siku di B. Jika panjang OA = r dan sudut yang dibentuk oleh ruas garis OA terhadap sumbu x adalah θ Maka x = r θ dan y = r sin θ. Misalkan titik A (a,b) diputa sejauh α (dalam derajat atau radian) sehingga bayangannya adalah A (a',b').
Posisi awal pensil jangka ini dapat ditulis dalam koordinat kutub, A (r cos θ, r sin θ). Adapun posisi jangka setelah diputar yaitu sebesar α dengan arah berlawanan dengan arah perputaran jarum jam dapat ditulis sebagai A'(r cos (θ+a) )

Sudut – Sudut Istimewa Trigonometri